KENAPA ALLAH TIDAK TERLIHAT? INI ALASANNYA ...!!!

  KENAPA ALLAH SWT TAK TERLIHAT ??? INIALASANNYA ..



WHY GOD CANNOT BE SEEN

KETIKA NABI DI TANYA APAKAH NABI MELIHAT ALLAH KETIKA ISRP MIKROJ ke sidrotul Muntaha, dan pernah berdialog dengan Allah tanpa penerjemah,  JAWABNYA ADALAH.

هل رابتَ ربَّك يا رسول الله

Maka Rosul mengatakan “tidak “Nuurun inni aro”

 aku hanya melihat Cahaya ,Rasul hanya melihat tabirnya saja ,wajah Allah tidak bisa dilihat.  karena sekali lagi bahwa, pertanyaan Kenapa Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak bisa kita lihat itu, sebagai rahmat bagi kita . kalau seandainya Allah tersingkap hancur kita semuanya, itu kasih sayang Allah SWT ,Alhamdulill.  itu nikmat Allah Alhamdulillah. Tapi kapan allah terlihat

Menurut akidah ahli Sunnah Wal Jamaah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala terlihat itu nanti di surga di surga dan rukyatullah , bahwa seorang mukmin akan melihat Allah di surga itu nikmat terbesar yang pernah Allah anugerahkan di surga. jadi nikmat terbesar di surga itu kita akan mendengar ucapan Allah langsung , kita akan didekatkan di sisi allah subhanahu wa ta'ala langsung dan kita bisa melihat wajah Allah secara langsung,  itulah tiga nikmat terbesar di surga dan didekatkan, mendengar kalamnya dan melihat wajahnya.

. Kalau nabi saja tidak bisa melihat Apalagi kita Makanya kalau seandainya ada orang mengaku Aku mampu melihat Allah dustakan yang dilihat bukan Allah.

Bicara tentang melihat Allah Subhanahu Wa Ta'ala Mungkinkah kita melihat Allah di bumi kalau seandainya tidak mungkin,  Kenapa pula Allah tidak bisa dilihat ?dan kapan kita bisa melihat Allah? ini pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab.  yang pertama:  Mungkinkah Allah Subhanahu Wa Ta'ala terlihat di bumi/ kita katakan mustahil dan tidak mungkin. Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak bisa dilihat tapi pandangan kita yang tidak sanggup melihat.  jangankan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang kita lihat,…. makhluk Allah Subhanahu Wa Ta'ala berupa matahari saja. Anda lihat matahari coba untuk melototi  matahari itu 5 menit saja.  Apa enggak merah langsung diinsto itu mata, kalau matahari saja yang merupakan makhluk Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak bisa Anda lihat bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala,  matahari …itu bukan tidak bisa dilihat.. bisa dilihat,  tapi kita tidak sanggup melihatnya  kita hanya sanggup beberapa menit saja,  habis itu silau,  itu terjadi kepada makhluk,  maka kepada allah mim babil aula  tentu lebih utama, dibandingkan kepada makhlukNya sendiri dan sesuatu yang tidak bisa terlihat bukan berarti bendanya tidak ada…. angin saja di sini ada kipas berapa ini,  kita bisa merasakan angin kipas ini ke badan kita, tapi Antum bisa melihat Bentuk angin yang menerpa badan antum kan? Kita  tidak bisa melihat seperti apa bentuk angin itu,.. itu pada makhluk,  tapi bukan berarti kemudian kita katakan enggak ada angin, buktinya ada kan gitu,  kita terasa.  jadi bukan berarti sesuatu yang tidak bisa kita lihat itu berarti Bendanya tidak ada bendanya,  ada” cuman tidak bisa terlihat.  Itu kepada makhluk.. orang kesetrum mati orang enggak bisa melihat setrum kayak apa gitu. Jadi intinya bahwa tidak sesuatu yang tidak bisa dilihat itu bukan berarti tidak ada Bendanya ada Bendanya tapi tidak sanggup kita melihat bahkan.. sekalipun seandainya kita datangkan alat canggih teknologi sekarang yang bisa melihat bakteri-bakteri itu,  itu saja terkadang tidak bisa melihat angin dengan alat yang canggih padahal itu makhluk Allah aZZA wajal

bagaimana zat yang menciptakannya,maka tentu tidak bisa dilihat dan dzat Allah  itu ada dan kita bisa rasakan keberadaanNya dengan melihat ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat Syaríyyah .

KETIKA  bani Israil , yang  meminta kepada Musa Alaihi Salam untuk dipertunjukkan Tuhan mereka. Mereka minta agar mereka bisa melihat Allah dari sinilah kisah di mulai , Allah  mengatakan :

وإذ قلتم يا موسى لن نؤمن لك حتى نرى الله جهرة

 Dan ketika kalian berkata kepada Musa wahai Musa kami tidak beriman dengan kenabianmu tidak beriman denganmu sampai kami melihat Allah secara terang-terangan. Inilah kelancangan Bani Israil orang-orang pilihan mereka kepada Musa maka mereka kemudian dihukum ,pertama pada waktu itu tiba-tiba permintaan itu langsung dibalas dengan adzab, tiba-tiba muncul halilintar dan membunuh mereka semuanya makanya Allah mengatakan

فأخذتكم الصائقة وانتم تنظرون

halilintar menyambarkannya dan kalian menyaksikan kematian kalian sendiri , jadi Allah Subhanahu Wa Ta'ala turunkan azab kepada orang-orang pilihan, karena meminta kepada Musa untuk diperlihatkan robnya dalam rangka pembangkangan, sengaja mereka membangkang Nabi Musa, makanya turun adzab.

 Maásyirol Muslimin rohimakumullah di tambah tambah ada Riwayat dalam Shahih Muslim Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah berkhutbah dan menyebutkan empat perkara , semua tentang dzat Allah, salah satunya nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutnya : إن الله لا ينام ولا ينبغى عن ينام

 Allah itu tidak tidur dan tidak layak bagi Allah itu tidur, sebab kalau Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidur akan  hancur alam semestaini. Karena bagaimanapun setiap hari Allah itu punya kesibukan yang ini diberikan riski yang ini dimiskinkan yang ini dikayakan, yang ini dilaparkan yang ini di kenyangkan,  begitu seterusnya setiap hari.itu   ada kesibukan makanya ketika Musa Alaihissalam bertanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Apakah .Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidur ?maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan kepada Musa berdirilah wahai Musa kemudian peganglah dua mangkuk di kanan tangan kanan dan kirimu isi air mangkuk itu, akhirnya Musa AS pun mengambil dua mangkok kemudian dipegang, maka Allah katakan tahan mangkuk itu, lama lama Musa ngantuk , karena kelamaan berdiri pegang mangkuk , nagntuklah nabi Musa ini, akhirnya ngantuk,,,,, kena siut sedikit, tumpahlah mangkuk itu, kemudian jatuh dan  kemudian pecah,  maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan ya Musa kalau diriku nagntuk, maka kondisinya seperti ini alam ini akan hancur, kemudian di ujung hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan ketika bicara tentang tabir Allah kata Rasul :

وحجابه النور dalam Riwayat حجابه النار  tabirnya Cahaya dalamriwayat tabirnya api

"لو كشفك kalau seandainya tabir Allah tersingkap  لأخربت بين السموات والأرضmaka akan terbakar akan hancur apa yang ada langit dan bumi. Jadi disini ada hikmahnya.

kalau ada orang yang bertanya kenapa Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak bisa kita lihat….. ini Adalah Rahmat dari Allah. jadi kenapa Allah tidak bisa dilihat? Ini Adalah  bentuk Rahmat,  sebenarnya kasih sayang Allah , sebab kalau seandainya tabir Allah tersingkap, kita ini akan terbakar kita ini akan hancur akan binasaو sehingga dengan ditabirnya Allah dari kita Dan tabirnya Allah cahaya ataupun api menunjukkan bahwa tidak terlihatnya Allah dengan kita itu dalam bentuk Rahmat kasih sayang Allah kepada kita

$£Js9ur uä!%y` 4ÓyqãB $uZÏF»s)ŠÏJÏ9 ¼çmyJ¯=x.ur ¼çmš/u tA$s%

Ketika Nabi Musa AS datang menghadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mengatakan

>4 u þÎTÍr& öÝàRr& šøs9Î)

 Aku ingin melihat wajah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Allah tidak menolak permintaan Musa  tapi Allah mengatakan

 tA$s% `s9 ÓÍ_1ts?

 engkau tidak bisa melihat kemudian sebagai bukti Allah tidak menolak permintaan Musa bukan hanya mengatakanلن ترانى engkau tidak bisa melihatku tetapi kata Allah Azza wa Jalla

Ç`Å3»s9ur öÝàR$# n<Î) È@t6yfø9$#

 kau lihat gunung ini, gunung yang batu isinya itu gunung tursina itu,kau lihat!

ÈbÎ*sù §s)tGó$# ¼çmtR$x6tB t$öq|¡sù ÓÍ_1ts?

 kalau Gunung itu tidak bergeming dari tempatnya tidak Hancur kalau aku tampakkan kepada Gunung itu engkau akan melihat Aku.  apa yang terjadi? Allah berfirman dalam surah al-a'raf

4 $£Jn=sù 4©?pgrB ¼çmš/u È@t7yfù=Ï9 ¼ã&s#yèy_ $y2yŠ §yzur 4ÓyqãB $Z)Ïè|¹ 4 !$£Jn=sù s-$sùr& tA$s% šoY»ysö6ß àMö6è? šøs9Î) O$tRr&ur ãA¨rr& tûüÏZÏB÷sßJø9$# ÇÊÍÌÈ   ketika Allah  betul-betul menampakkan dirinya kepada Gunung itu apa yang terjadi

tatkala Tuhannya Menampakkan diri kepada gunung itu[565], dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.

 Maka setelah Musa sadar kembali, Dia berkata: "Maha suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".

 

[565] Para mufassirin ada yang mengartikan yang nampak oleh gunung itu ialah kebesaran dan kekuasaan Allah, dan ada pula yang menafsirkan bahwa yang nampak itu hanyalah cahaya Allah. Bagaimanapun juga nampaknya Tuhan itu bukanlah nampak makhluk, hanyalah nampak yang sesuai sifat-sifat Tuhan yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia.

 

Jangankan Allah Subhanahu Wa Ta'ala memperlihatkan dirinya kepada guru seandainya Quran saja turun kepada

Gunung ini

لو أنزلنا هذاالقرأن على جبل لرأيته خاشعا متصدعا من خشية الله  

Bisa belah gunung ini….karena takutnya kepada Allah apa lagi Allah menampakan kepada Gunung itu hancurlah Gunung itu maka Gunung itu hancur Musa kaget dengan ledakannya kemudian Musa pun pingsan,Ketika Musa sadar ,dia mengatakan TUBTU ILAIKA WA ANA AWWALUL MUKMININ aku taubat ya Robb , aku tidak akan meminta aku melihat dirimu dan aku orang yang pertama beriman.  KepadaMU. Musa saja tidak sanggup melihat Allah.

 

Wallahu a’lam bis showab. Semoga bermanfaat.

 

Comments

Popular posts from this blog

HARTA HARAM APAKAH BOLEH DISEDEKAHKAN?

Fathu Makkah: Kemenangan Tanpa Pertumpahan Darah

KISAH ASHABAL QORYAH , KISAH UMAT PEMBANGKANG TERHADAP UTUSAN NABINYA